Selasa, 08 September 2015

Merindukanmu Adalah Bagian Sejarah Untukku




Kali ini aku terdiam disebuah kursi taman yang cukup ramai, dengan para pasangan yang sedang menikmati indahnya kebersamaan kala itu. Aku sibuk dengan dunia khayal yang aku miliki, aku sibuk mencari inspirasi untuk sebuah goresan kecil pada tulisanku ini. Pandanganku pun beralih pada sosok pasangan yang begitu manis, perlakuan laki-laki itu sangatlah lembut kepada perempuannya; bagaikan seekor kupu-kupu indah yang menari diluasnya langit biru nan cerah. Mereka saling bersenda gurau seakan mengingatkan aku pada bayangan masa lalu bersamamu. Dalam benak aku berbisik; dapatkah aku merasakannya kembali seperti mereka?. Merasakan manisnya jatuh cinta, seperti aku terbang jauh mengepakkan sayapku pada angkasa. Aku ingin merasakannya kembali, manisnya cinta tanpa ada peliknya drama-drama. Aku merindukannya.


Setelah menikmati suasana pasangan itu, aku bergegas bangun dari keramaian itu dan pergi. Aku pergi melintasi jalanan panjang yang selalu aku lalui bersamamu (dulu). Sambil mengenang sejenak kisah aku denganmu kala itu. Tanpa sadar, setetes demi tetes air mata membasahi pipiku. Aku teringat bagaimana kamu mengakhiri semua hal indah yang telah berada di genggamanku... bagaimana kamu dengan mudah melepas sebutir berlian hanya karena untuk sebutir durian. Tajam tak berbau dan pahit. Ya, begitulah cara kamu pergi tanpa alasan yang masuk akal, logika dan perasaan, aku tak dapat mencerna sikapmu dengan gamblang. Semua begitu samar-samar untuk otak yang tak berjalan cepat seperti aku. 


Namun kini, aku sedikit memahami kenyataan bahwa “jika ia memang menyayangimu. Ia tidak akan pernah membuatmu menunggu tanpa sebuah kepastian”. Dan karena quote itu, mata aku telah terbuka lebar, secara realitis aku memandang dan menilai bahwa sesungguhnya Ia tidak menyayangi aku. Sakit? Jelas. Capek? Tentu. Tapi itu semua t’lah berakhir, diujung harapan yang besar banyak hal indah jauh lebih indah dari yang aku dapatkan hari ini. Hal bahagia yang t’lah Tuhan rancang sedemikian unik dan menarik membuat aku bangkit, percaya bahwa kepedihan hari ini bukanlah akhir dari segalanya. Memberi nasihat atau semangat kepada diri sendiri itu bukanlah perkara mudah, semua membutuhkan proses yang naik turun antara berdebatan hati dan pikiran. Aku bukan orang yang akan menyimpan ribuan dendam untuk setiap orang yang menyakiti aku akhirnya, aku akan selalu memaafkan dan melempar senyuman indah pada mereka, termaksud kamu. Lalu aku pergi, memberi kenyataan sebuah aksi nyata kepadamu bahwa rancangan Tuhan yang menyakitkan itu ada dengan kata lain; KARMA. Itu cara aku menanti keajaiban Tuhan dengan segala jalan cerita yang telah Ia rancang untuk hidup ini. Dan tak perlu lagi ada yang namanya balas dendam, atau apalah itu kepada kamu. Karena Tuhan tau apa yang aku butuhkan ketimbang apa yang aku inginkan.

I don’t know what you're feeling at the time, but I know if at that time there was a sense that is very painful for me. Thanks! – Masa Lalumu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar