Masih
teringat begitu jelas suara hangatmu ditelingaku, begitu seringnya aku
mengingat apapun yang telah terjadi dulu. Aku masih mampu merasakan sentuhan
jemari tanganmu menggenggam tanganku, aku masih mampu mengingat ucapmu yang
menyuruhku untuk masuk kedalam rumah lebih dulu dan mengakhiri berbincangan
kita malam itu, aku masih mampu merasakan hangatnya pelukmu yang menenangkan
dengan penuh kasih sayang, aku masih mampu menngingatnya dengan amat sangat
jelas.
Namun
kini, hanya sekedar untuk menatap
wajahmu aku tak mampu, begitu lemahnya dayaku dengan kenyataan yang telah
menamparku habis-habis-an. Kau tahu? Betapa aku menyayangimu, kau pun juga
sempat mengungkapkan bahwa menyayangiku. Tapi mengapa kau melakukan ini semua
padaku, dengan mudahnya kau pergi seakan tak mengingatku dan kembali dengan
keadaan yang seakan tak ada hal yang telah membuatku merasakan sakit. Jika
memang kau tak ada niatan untuk menjalin hubungan denganku lebih dekat, mengapa
kau biarkan aku terjerumus dalam daya pikatmu itu? Mengapa kau biarkan aku
terus berharap padamu yang akhirnya membuatku terpuruk? Apakah ini caramu untuk
dapat pergi jauh dariku?? Hey, setelah kau membuatku seperti perempuan yang
bodoh! Kau ingin pergi begitu saja tanpa ada perkataan untuk penjelasan dari
sikapmu? Pengecut sekali kau!!!
Inikah
yang kau bilang ingin rehat sejenak dalam percintaan bersama perempuan? Inikah
yang kau bilang dengan trauma? Agaknya kau perlu sedikit berdiam diri dan
merenungi segala perkataanmu yang telah kau ucapkan padaku, agar kau dapat
menemukan titik kesalahan terbesarmu. Kau tahu rasanya menunggu itu tidak
mengenakkan? Kau tahu rasanya disakitin? Lalu kenapa dengan seenaknya kau
biarkan aku merasakan itu semua dari perbuatanmu. Memangnya kau ini siapa, hey
pemuda kurus?!!
Kau
pergi menghilang dengan sangat tiba-tiba sehingga membuatku merasa ada sedikit
rasa yang hilang dengan perasaan yang penuh harap dan menunggumu tanpa henti,
aku mencari tahu bagaimana keadaanmu, bagaimana kesibukkanmu saat itu. Aku
terus memikirkanmu hingga pada akhirnya disuatu tempat yang ternyaman ini
(kamar), aku berbicara kepada hati dan pikiranku untuk segera melupakanmu. Dan
ternyata saat aku keluar, tampak sangat jelas kau lewat sekejap, mataku
menangkap kejadian itu dengan sangat cepat. Aku sempat merasakan dilema yang
tak berujung karena aku tak mengerti dengan rencana Tuhan untukku seperti apa
akhirnya. Aku selalu bertanya-tanya dalam benakku. Seminggu sudah kau menghilang
tanpa menaruh jejak sedikitpun, kemudian dengan santainya aku melakukan hal
yang biasa setiap harinya yaitu mengecek sosial
media. Lalu, jreengg..jrengg!!
aku melihat sesuatu dengan nama yang tak asing kulihat, ternyata saat ku
perhatikan itu adalah kau si pemuda kurus yang telah muncul kembali, kau
menulis pada statusmu alhamdulillah
dengan menggunakan emoticon (hug). Aku sangat terkejut, sehingga aku mengklik
profilnya dengan cepat. Taraaaaaaaa...!!!!
dia telah mengganti statusnya yang tadinya available menjadi 25.04. (Itu tanggal dimana ia jadian
dulu dengan mantannya ternyata kini mereka telah balikan). Menyakitkan
sekali!!!
Aku
lemas, dan tanpa sadar bulir-bulir air mataku menetes membasahi pipi. Begitu
cepatnya semua berlalu seakan tak ada hal yang cukup indah untuk dihargai
olehnya. Aku telah mengerti rencana Tuhan, bahwa aku harus pergi dan melupakan
orang sepertimu. Terimakasih untuk semua hal semu yang kau berikan padaku, kini
saatnya aku pergi.
Selamat
untuk kembalinya kau bersama masa lalumu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar